Kupas Persoalan Senbud SKM akan Gilir Cawalkot-Wawalkot



RAWALUMBU-Lantaran tidak adanya ruang kreatifitas serta ruang kebudayaan yang representative didirikan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi sebagai wadah para pelaku seni dan pemerhati kebudayaan, Selasa (4/9), komunitas Sastra Kalimalang (SKM) mengadakan diskusi publik menyoal persoalan seni dan budaya (Senbud)Kota Bekasi.


Diskusi menjadi lain, lantaran pihak penyelenggara menghadirkan calon walikota maupun wakil walikota Bekasi (Cawalkot-Wawalkot) sebagai salah satu narasumber yang disandingkan dengan para pengamat.
Diskusi kali ini, Anim Imanudin, Cawawalkot dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menjadi pembicara yang disandingkan para pembicara lainnya seperti,  Pemerhati dan kritikus senirupa lulusan Filsafat Senirupa Perancis Leonel, Praktisi Politik Harun Alrasyid, yang dipandu oleh pegiat sastra Irman Syah.

Sebagai pembicara utama Leonel banyak membedah soal perkembangan dan percepatan dunia senirupa dengan segala genrenya, bahkan dirinya mengatakan bahwa telah terjadi pergerakan kebudayaan Postmo Cultural dimana, para pegiat dan pengkarya lebih memilih medium media baru seperti banyak ruang jejaring sosial lebih dianggap representative dalam mempublikasi karya – karya pegiat ini. Apalagi ditambah leon saat nyaris kebanyakan di daerah – daerah banyak Pemerintah Daerahnya sendiri kurang mengakomodir para pegiat seni dan sastra.

“Saat ini pergerakan kebudayaan bergeser pada ruang jejaring yang dinamakan dengan Postmo Cultural, seharusnya Pemerintah lebih tanggap lagi dengan adanya progresifitas pergerakan kebudayaan seperti ini. Karena sepertinya yang kita ketahui,   saat ini rumah seni atau ruang pamer itu seperti museum hanya ada di Kota – Kota besar. Sedangkan di Kota tingkat II seperti Kota Bekasi belum ada,” tuturnya.

Menanggapi pernyataan ini, Anim yang merupakan calon Wakil Walikota yang akan maju Pilkada mendatang, berjanji bahwa ranah kebudayaan serta kreatifitas murapakan agenda bagi dirinya untuk diperjuangkan. Karena dirinya sendiri merupakan putra daerah yang akrab dengan budaya dan tradisi.

“Saya berjanji akan mengakomodir semua bentuk kebudayaan dan yang berbau kreatifitas. Karena bagi saya kebudayaan dan kreatifitas sebagai penyejuk di saat suhu politik dan ekonomi tengah memanas,” tutupnya.
Sementara itu, Ane Matahari sebagai Ketua SKM, mengaku akan terus melakukan diskusi terkait persoalan seni dan budaya. Bahkan, diakuinya pihaknya akan menggilir para Cawalkot –Wawalkot Bekasi untuk bisa memberikan pemikirannya terkait persoalan seni dan budaya.

“Kami harap ini menjadi sebuah media baru, bagaimana para calon pemimpin kita di Kota Bekasi ini bisa memahami dan memberikan pemikirannya terkait persoalan seni dan budaya yang semakin memprihatinkan ini,”tegasnya.(BesEk/CR 17)

0 comments:

Post a Comment

SILAHKAN TINGGALkAN TANGGAPAN DI SINI