Teater LANGKAH dan Spirit Kehidupan

Oleh Irman Syah

PENDAHULUAN
Tulisan ini hanya catatan personal saja, berisikan beberapa hal yang selintas pintas tentang  butir-butir kenangan yang berhubungan dengan perjalanan kreatif saya waktu kuliah di Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Andalas Padang. Ketika hendak menuliskannya lagi, bayangan dan gairah masalalu itu pun bangkit begitu saja. Sastra dan teater memang begitu menggoda.
BACA SELENGKAPNYA

Corak Apressiasi Sastra ala Sastra Kalimalang

Oleh Irman Syah

Dengan meyakini sastra, khususya puisi, mampu membangun gairah kehidupan manusia untuk lebih berwarna dan bermanfaat, Sastra Kalimalang mencari jalan baru untuk menemukan masyarakatnya secara alami. Untuk mewujudkan maksud tersebut diperlukan kreativitas yang lebih serta gaya cukup unik.
BACA SELENGKAPNYA

Percuma


Suatu saat kalian kan tau siapa diri
Seakan bersama itu cuma bibit kesepian
yang hanya dimanfaatkan
cuma oleh orang-orang yang lemah.
BACA SELENGKAPNYA

Anjangsana 'Sobat Tande' Sastra Kalimalalang

: Solo, Jogja, Sampai Bali.

Oleh Irman Syah

Setelah lima tahun berkiprah dalam kancah pergulatan kesusastraan Indonesia yang tidak hanya sekedar, Sastra Kalimalang (SKM) berusaha terus mencari format dan konsep apressiasi karya yang tepat. Hal ini sangat mendasar dan utama bagi perkembangan kehidupan berbangsa di tanah air karena tujuannya tak lain adalah syiar yang melingkupi masyarakat secara luas.
BACA SELENGKAPNYA

Dari Salemba Sampai ‘NK’

Oleh Irman Syah

Awalnya niat, maka mulailah aktivis sastra di Pinggir Klimalang melakukan gerakannya. Siapa pun sah saja menulis sajak. Yang tidak bisa menulis pun ingin menuliskannya. Jadilah ia mencari juru tulis untuk mengungkapkan sajak lisannya. Kadang yang dimintai tolong untuk menulis itu adalah Tukang Ojeg. Ketika Tukang Ojeg mendapatkan penumpang, tinggallah dia. Untuk melanjutkan lagi jadi tak bisa.
BACA SELENGKAPNYA

Akankah Sakai Hilang di Bumi


Oleh Irman Syah

Dari Payakumbuh ke Pekanbaru, bersimpanglah jalan di Bangkinang, laju menuju ke Petapahan. Jalan sunyi yang terasa lengang dan hutannya lebat di kiri-kanan, mengantar sampai di kota Duri: Mandau namanya Kecamatan, di sinilah Sakai bertempatan.
BACA SELENGKAPNYA

Terlanjur Menyeberang

Oleh Irman Syah

Sejauh-jauh terbang bangau, pulangnya ke kubangan jua, demikian pepatah lama yang hari ini tak lagi terdengar. Bisa jadi saja, ‘bangau’ binatang jenis burung yang berkaki panjang dan sering berada di tengah sawah dan kadang berdiri di punggung kerbau itu tak lagi banyak diketahui anak-anak hari ini karena sawah telah menumbuhkan pabrik dan mall. Ke manakah burung-burung bangau itu kini? Entahlah. Ya. sama saja hal nya dengan kunang-kunang yang sekarang cuma berdiam dalam bait-bait puisi para penyair.
BACA SELENGKAPNYA

"Orasi Bahasa Langit"

Sang Orator:
Oleh Irman Syah

Dikarenakan untuk bicara saja dia sudah susah maka secara otomatis matanya yang sering mutar-mutar itu seakan langsung mengugkapkan sesuatu berdasarkan pendengaran yang dia miliki dan telah diasuhnya sedari kecil untuk mengerti secara alami. Apa pun yang tampak dan didengarnya maka dengan siaga pula ia menyiapkan antisipasi. Demikian perjalanan waktu diterjangnya melalui perjuangan dengan segala kekurangan dan kelebihan yang dia miliki.
BACA SELENGKAPNYA

Setaman Kata Tak Berbunga

Oleh Irman Syah

Dunia dengan segala pernak-pernik ciptaan yang lengkap itu sungguh telah menjadi ragam pandangan yang sangat mengagumkan. Dan manusia sebagai isian di dalamnya serta seluk-beluk dan bentuknya, jenis dan ragam rupanya itu hanyalah salah satu saja dari sekian banyak ciptaan, tapi sesungguhnya ia merupakan  inti yang kemudian tumbuh menjadi kuntum-kuntum bunga yang marak di dalam taman kehidupan.
BACA SELENGKAPNYA

All-Kita: Mengarifi 'Ruang' dan 'Uang'

Oleh Irman Syah
'All-Kita' adalah ungkapan yang lahir ketika memaknai nilai kebersamaan akan persaudaraan antar seniman melalui kreativitas berkesenian yang mengakar pada etnik, tradisi dan kekayaan budaya Nusantara. Istilah ini muncul ketika kawan-kawan Komunitas Roemah Melajoe ingin mengekspresikan niat,  memantikkan ungkapan "Tahun Baru, Bukan Tuhan Baru" akhir Desember 2015, tepat di pergantian tahun menuju 2016.
BACA SELENGKAPNYA