ROMANTISME

Oleh: Irman Syah

ROMANTISME  merupakan sebuah aliran karya sastra yang mengutamakan degap-degup rasa yang mampu mengukir usaha dalam mengungkapkan perasaan yang dituangkan ke dalam karya. Romantisme dianggap sebagai aliran yang lebih mementingkan penggunaan bahasa yang indah, mampu mengawangkan diri untuk jauh terbang ke alam mimpi. Pengalaman romantisme adalah pengalaman yang hanya terjadi dalam angan-angan, seperti lamunan sepasang kekasih yang tenag kasmaran.


Andaikan Romantisme diolah dengan cara dan ungkapan yang dewasa dewasa maka ia akan mampu melahirkan karya monumental. Contoh penggarapan semacam ini dapat dilihat dari karya agung William Shakespeare ‘Romeo Yuliet’, atau ‘Les Misarables’ karya Viktor Hugo. Di Indonesia,  olekenyataan yang sama juga dapat dilihat melalui karya antara lain; ‘Siti Nurbaya’-nya Marah Rusli, ‘Hilanglah si Anak Hilang’ karya Nasjah Jamin, atau ‘Dewi Rimba’ karya Nur Sutan Iskandar. Dengan cara seperti itulah muncul semangat mencipta yang tak hanya sekedar.

Apabila seorang pengarang berusaha untuk mengungkapkan perasaan sebagai dasar perwujudan pemikirannya dan pembaca tersentuh karenanya: hal ini tentulah sebuah usaha dan kerja keras lewat pengungkapan yang seindah-indahnya dan tentu pula dengan kemasannya yang sesempurna mungkin. Maksimalitas semacam inilah yang mesti dimiliki oleh pengarang agar apa yang ditulisnya menjadi sesuatu yang sesuai dengan harapan.

Aliran romantik biasanya dikaitkan dengan masalah cinta karena masalah ini memang membangkitkan gairah dan emosi, tetapi anggapan demikian tidaklah selamanya benar.

Sesungguhnya Romantisme pada awalnya muncul dan timbul sebagai reaksi nyata terhadap rasionalisme yang menganggap segala rahasia alam bisa diselidiki dan diterangkan oleh akal manusia. Dengan begitu, nyatalah aliran Romantik berusaha mengungkapkan perlawanan.


Pengarang romantik itu mengawang ke alam khayal, pelukisannya citraannya pun indah sehingga membawa pembaca ke wilayah tak terduga: yang dilukiskannya  mungkin saja sesuatu yang pernah terjadi dan dengan tambah-kurangnya yang tertata. Artinya, semua itu akan mengutamakan tujuan pada keharuan rasa bagi pembaca. Bila seseorang berada dalam keadaan gembira, maka suasana sekitarnya pun harus pula memperlihatkan suasana yang serba gembira Hidup dan berseri-seri.dan demikian pula sebaliknya. 

Kata-kata terpilih (diksi) adalah sebuah usaha untuk melakukan perbandingan-perbandingan yang muluk-muluk. Aliran romantik bisa dilihat dari dua sisi: 1). Romantik Aktif dan 2). Romantik Pasif. Yang pertama pelukisan bahasanya dapat menumbuhkan semangat dan perjuangan, serta mendorong keinginan untk maju, sementara yang kedua lebih cendrung pada pelukisan khayal yang bersedih-sedih dan tentu ini melemahkan semangat perjuangan.  

Intinya, Romantisme adalah sebuah aliran kesenian yang berusaha menempatkan perasaan manusia sebagai unsur yang paling dominan didalam karya. Dan, karena cinta merupakan bagian perasaan yang paling menarik, maka oleh sebab itu jangan sampai istilah ini mengalami penyempitan makna. Sastra romantik bukanlah sebagai genre sastra yang cuma berisi kisah-kisah asmara yang indah serta dipenuhi oleh kata-kata dan memabukkan perasaan saja, tapi ini sungguh memerlukan kedewasaan berpikir dalam menyikapi kelahiran karya serta menimang aspek manfaat yang nanti akan dituainya.

Bekasi, 23 Februari 2012



0 comments:

Post a Comment

SILAHKAN TINGGALkAN TANGGAPAN DI SINI