Ungkapan Kesucian



Oleh Irman Syah
Membahasakan kata dengan sempurna akan selalu mengatakan kata yang tak pernah berubah makna: kata yang mengembangkan sayapnya pada bahasa dan tingkahlaku kehidupan manusia secara utuh dengan perilakunya yang mulia. Kesucian adalah sesuatu yang sublim bagi patokan sikap dan ukuran langkah ke depan. Sebuah perjalanan hidup takkan pernah bisa ditawar-tawar. Bahasa akan membahanakannya di dasar jiwa. Pujian dan keagungan hanyalah satu dan  selalu kepada-Nya: ya,  Dia yang Mahakuasa.


Bahasa tak pernah salah, asumsilah yang membuatnya berubah tafsir: begitulah pandangan yang ideal bagi manusia yang tak pernah mengingkari harkat dan katahatinya. Kesadaran inilah yang mesti tertanam di penghujung bulan yang suci ini: marilah selalu mengatakan kata dengan baik dan sesempurna mungkin. Jangan munafik pada keadaan. Begitu banyak sanjungan yang menyesatkan, kadang atas nama yang bukan bukan, melebihi manusia dan nilainya. Bahasa yang indah terkadang cuma bungkusan kepalsuan. Sungguh amat menyedihkan.

Satu bulan penuh sebuah rukun agama yang telah ditetapkan dilaksanakan dengan tulus dan penuh keikhlasan maka akan mustahillah kita mengotorinya lagi dengan kata, tindak-tanduk, serta bahasa yang tidak pantas untuk diucapkan. Maka jauhkanlah. Kalau dapat jauh untuk selama-lamanya. Bukankah kesucian adalah syarat mutlah untuk dapat berdekapan, dan Dia amat menyukai kesucian. Keputih-hatian akan membuat kita menjadi tenang dan akan selalu merasa lapang. Fitrah. Suci luar dalam. Ya, jangan pula zakatnya sampai ketinggalan. Mengalirlah bahasa yang suci dari hati yang paling dalam ke luas samudera kehidupan. Damailah pertiwi..

Sebagai wacana kebudayaan, Sastra Kalimalang pun tak luput dari salah dan janggal. Namun, kami berniat dan selalu akan berbuat dalam memaknai perjalanan dan gerak kehidupan masyarakat lewat kesenian. Bahasa kebudayaan ini tentu saja dengan sesengaja mungkin kami sampaikan atas ragam pendapat dan pikiran: andai segala kata yang telah terlahirkan, segala aktivitas yang telah dilaksanakan belum mampu meujudkan pakaian kehidupan dengan kelengkapan dan ketepatan, mohon pula untuk dimaafkan. Impian dengan kebudayaan yang tetap mengakar akan selalu kami lanjutkan. Tentu saja dengan maksimalitas yang sempurna pula. Do’akan pula setulusnya, semoga suci lahir dan batin.

Selain lembaran halaman kebudayaan di Radar Bekasi setiap Jum’at, secara internal Komunitas Sastra Kalimalang pun kami akan berusaha memaksimalkan struktur dengan setepatnya agar mampu mengembangkan kebudayaan secara luas dan mengakar sesuai dengan divisi yang diperlukan. Hal ini dimaksudkan agar capaian komunitas ini ke depan benar-benar dapat dirasakan manfaatnya secara universal. Terakhir, di penghujung bulan suci ini, tak lengkap rasanya kami kalau tidak mengucapkan kata hati dari lubuk yang paling dalam: salam dan jabat-erat selalu atas nama kebudayaan, semoga amal ibadah puasa kita diterima oleh Penguasa Alam Semesta, Allah Subhanahu wa Ta’ala dan semoga pula kesucian akan membawa kiita semua pada puncak Takwa. Selamat hari raya Iedul Fitri, 1 Syawal 1433 H: Mohon Maaf Lahir dan Batin.
RoKe’S, 16 Agustus 2012  




2 comments:

  1. mohon maaf lahir batin juga ya Mpu, maaf baru sempat menyapamu...
    aku suka esainya, aku bisa belajar dari sini, makasih banyak ya Mpu....

    ReplyDelete
  2. iya, sama2..

    semoga baik dan sehat:
    semangat dan selalu tersenyum..

    jabat-erat!

    ReplyDelete

SILAHKAN TINGGALkAN TANGGAPAN DI SINI