Ibunda Kata-kata

Oleh Irman Syah
Selain dari metaforik ‘Malam 1000 Bulan’, Ramadhan juga mempersembahkan ‘ibu kata-kata’ melalui wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW: Jum’at 17 Ramadhan tahun ke-41 H, yang bertepatan dengan 6 Agustus 610 M.  Ketika itu beliau sedang berada di Gua Hira. Setelah itu wahyu terus turun berperingkat-peringkat dan hingga menjadi lengkap.


Al-Qur’an memang mu’jizat terbesar yang dimiliki Nabi Muhammad SAW.  Dengan begitu Nuzul Qur’an tentulah akan memberikan makna yang sangat besar pula bagi umat Islam: terutama yang serius dan tulus memikirkan rahasia al-Qur’an. Perkataan ‘nuzul’ berarti turun, atau berpindah dari atas ke bawah: dari tempat yang tinggi ke yang rendah, dengan kata lain Tuhan meninggikan derajad yang rendah (hamba di hadapan Khaliknya) dalam menjalani kehidupan yang penuh keselamatan dan damai.

Udara dan angin yang tenang akan menafasi penggalan Ramadhan dengan keganjilan di waktu yang terpilih. Kata-kata menjadi jalan suci dalam do’a. Sang Mahapemaaf tentulah akan mengabulkan ketulusan kata hati yang tertuntun lewat kerendahan sikap serta melaksanakan segala perintah dan serta menghentikan segala larangan-Nya dengan penuh keikhlasan.

Nuzul Qur’an dan Malam 1000 bulan menjadi malam yang berkah penuh rahmat bagi yang terpilih serta mendpatkan penetapan takdirnya. Ini akan terjadi di malam ganjil mulai dari sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan dan waktunya akan berpindah-pindah dari tahun ke tahun. Begitulah asal-usul sebuah keistimewaan dan keajaiban kata, berangkat dari wahyu yang sengaja duturunkan dalam memperbaiki akhlak manusia. Dan ini pulalah tugas berat yang sengaja diembankan kepada nabi terakhir ini.

Di bulan Ramadhan, bulan penuh rahmat dan ampunan, Di malam itu para malaikat dan Jibril turun ke bumi dan memohon kepada Allah untuk mengabulkan doa’-do’a manusia sebagai hamba-Nya. Do’a? iya, kata yang disusui oleh puting wahyu dengan sempurna hingga menjadi dewasa. Ungkapan dan penyerahan diri, pergondaman zat dan sifat. Nilai dan kandungannya langit dan bumi, dan  malaikat pun turut serta di dalamnya.

Istimewa. Ya, istimewa memang. Rahasia dan keajaiban yang amat mulia di malam yang ganjil itu takkan lepas dari tuntunan wahyu yang turun dengan sengaja dan diperuntukkan bagi hamba-Nya. Kenyataan inilah yang menaungi manusia dengan kekuasaan yang Mahaadil serta pemberian-pemberian yang amat sempurna.

Demikianlah. Kelapangan dada, ketulusan kata, dan keimanan. Ini tentu akan mengerucut pada sang Pencipta dengan keagungannya. Begitulah makna: perjalanan nasib, hidup dan mati, damai dan keselamatan menggerakkan hidup. Sesungguhnya, mu’jizat inilah ‘Ibu kata-kata’ yang begitu sabar terhadap tingkah polah anak-anaknya. Dalil naqli menuntun ucapan, tingkah-laku dan perbuatan, dalil aqli pun ikut serta mengungkapkan cermin akhlak manusia lewat karya cipta. Dengan-Nya, tentu..
RoKe’S, 9 Agustus 2012

0 comments:

Post a Comment

SILAHKAN TINGGALkAN TANGGAPAN DI SINI