Do'a

Tuhan, musim ini memunculkan beribu kekhilafan
dan aku mengunyah banyak sampah yang bertebaran
di celah sisi kemiskinan kepala: 
jangan Kau-beri kemudahan bila itu hanya menumbuh-suburkan 
keperihan saudara-saudara yang sempurna miskinnya
kalau masih ingin rasanya nikmat-Mu menjengukku
datanglah dalam keadaan yang paling sepi 
paling nyeri!

mataku ternyata mata-mata yang menyelidik kesungguhan
terlebih lagi menarikan keindahan lekuk tubuh insani
--sepasang mata normal yang selalu terpancing untuk 
melihat yang indah, apalagi menggiurkan-- 
Tuhan, entah kenapa terkadang timbul saja keinginanku
menggantinya dengan mata lain asal dapat merasa
dan mengenal kilau bintang
tentu Kau-lah yang paling tau Tuhan, karena dari nenek
moyang aku aku diasah untuk yakin!

mulutku selalu saja kunyah-mengunyah kesenyapan
dari waktu ke waktu dan rela saja dilalui kata tanpa batas
semua keluar dengan pergantian yang tak memberi arti:
kata meluncur bagai curah hujan, memuntahkan banjir..
semua mengalir, semua tumpah, ke laut, bahkan ada yang
naik kebukit, ke gunung, ke awan dan matahari!
namun tetap saja tak mampu membongkar karang 
jadinya aku mulai tak puas dengan hanya memiliki mulut
yang semacam ini 
karena tak mampu mengubah tindak lewat bahasa piker: 
kurindukan mulut yang mampu memasak
makanan bagi musafir yang terlanda perang dan banjir!

Tuhan, kenapa hatiku tak siap untuk hati-hati 
dalam menerjemahkan penyesalan yang diciptakan oleh diriku
sendiri? mungkin karena beragam persoalan yang
harus ditampungnya 
padahal tempatnya teramat kecil!
kalau boleh berilah aku hati yang besar agar dapat berbesar 
hati dalam menebarkan kebijaksanaan 
yang diciptakan oleh pikiran-pikiran sederhana
berilah aku hati yang selalu hati-hati dalam usaha
menimbang-nimbang dan memilah-milah serta merumuskan
sesuatu dengan arif
dengan demikian aku akan mempunyai mata hati 
yang tajam bagi segenap penjuru kemanusiaan!

Tuhan, kalau aku telah Kau terima seadanya, kekecilan 
makna diri akan terpupuk sedalam mungkin: 
jadilah doa ini kuncup hidup yang akan memekarkan mata, 
mulut dan hati, penentu tangan bergerak
agar tidak seperti biasa dan alakadarnya saja. 

Amin!

0 comments:

Post a Comment

SILAHKAN TINGGALkAN TANGGAPAN DI SINI