Analogi Percintaan

di selokan kampung yang banyak ditumbuhi rumput menggala
dan pohon-pohon arbei inilah kita mengalirkan kesangsian
berharap akan keabadian cinta
matamu begitu pasti, melepas keraguan
hatiku begitu pasti, kaulah Putrid Bungsu:
semayam rindu yang paling akhir!


kupu-kupu warna pelangi hinggap di daun, menyisir embun
menepiskan aroma pagi dengan kelentikan jemari
kau menatapnya, aku berharap bagimu akulah kupu-kupu itu
kita melingkar, berebut arbei merah
untuk kemudian kuselipkan jemari pada hatimu
“dia terbang lagi…” ucapmu riang!
darah berdesir, entah kenapa kau seakan terlepas…

di selokan kampung yang banyak ditumbuhi rumput menggala 
dan pohon arbei, kita jadi kupu-kupu yang lincah 
terbang dan hinggap di daun yang meliuk
matamu membisikkan kepastian, melengkapkan makna keutuhan
namun, kesangsian yang kita alirkan dengan kesungguhan 
tidakkah akan bersatu di muara?
menuding percintaan!

0 comments:

Post a Comment

SILAHKAN TINGGALkAN TANGGAPAN DI SINI