Di Halte Minang Plaza

kubayangkan gadis-gadis Minang, putih-biru,
putih-abuabu dan anak-anak yang terlahir dari rahimnya
ulah singa dan harimau tentu membangun
sungai-sungai kumuh: berenang kebodohan


kubayangkan generasi negeri, layang-melayang
putus dan tersangkut atau hanyut ke muara mana?
dan Tangge, gadis yang masih muda belia, berdiri
di bandara dengan henpon di tangannya, menunggu
ringgit dari Malaysia:
suka diajak ke mana-mana
meski sebuah jepitan rama-rama
sebagai imbalan bagi rambutnya


kubayangkan gadis-gadis Minang
meski keabadian tak pernah ada dia ingin membuktikannya
jadilah gila: aku terlanjur memikirkan, berdiri
di simpang, antara diri dan moral, tangan dan akal,
sementara plaza
menjulangkan bendera-bendera yang mereka tak tau
dari mana asalnya…


kubayangkan gadis-gadis, kubayangkan generasi,
kubayangkan ibu, kubayangkan aku yang lahir dari rahimnya,
kubayangkan panti-panti jompo, dan orang-orang putih
menyambut dengan kunci dan gembok di tangannya!


0 comments:

Post a Comment

SILAHKAN TINGGALkAN TANGGAPAN DI SINI