Irman Syah - Lesbumi Gelar Pentas Puisi untuk “Ibu”


Jakarta, NU Online Lembaga Seniman dan Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) NU mempersembahkan pementasan dan bedah puisi di Hari Ibu, 22 Desember. Acara ini bertema “Maha Ladang Cinta” yang merupakan salah satu bagian dalam antologi puisi Hj. Masriyah Amva "Ketika Aku Gila Cinta”.

Panggung puisi ibu akan digelar di Graha Bakti Budaya Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Selasa (23/12) pukul 19.00 WIB disutradarai oleh M. Dienaldo. Sejumlah seniman akan tampil, antara lain Dewi Yull, Sultan Saladin, Epi Kusnandar, Andi Bersama, Irman Syah, dan Hartati.

Pada Selasa siang diadakan bedah buku "Ketika Aku Gila Cinta" karya Hj. Masriyah Amva. Sejumlah narasumber dipastikan hadir, antara lain Ahmadun Y. Hermanda, Acep Zamzam Noor, Ahmad Subbanudin Alwy, Wowok Hesti Prabowo dan KH Husein Muhammad dan Ketua PP Lesbumi Sastro el-Ngatawi.

Menurut M. Dienaldo yang juga Sekjen Lesbumi, Lesbumi kali ini sengaja memilih karya Hj. Masriyah Amva untuk dipentaskan sebagai repsesntasi suara kaum ibu.

Artis senior Dewi Yull dalam pengantar buku itu mengatakan, puisi-puisi Hj Masriyah mengekspresikan makna kejujuran yang dapat menghampiri siapapun.

Dalam “Sebuh Kerinduan” Hj Masriyah menulis: Kalau saja ada kuda tercepat di dunia/ akan kubeli untuk mengejarmu sayang/…Tapi sayang yang ada hanya bayang-bayang semu/ … Tuhan../ Aku tersiksa/ Aku menderita/ Aku gundah/ Ku Ingin Kau di sini.

Ketua Umum PP Fatayat NU Maria Ulfa Ansor menyebut puisi Hj Masriyah mengingatkan pada sosok Rabi’ah al-Adawiyah, perempuan yang mati syahid karena dimabuk cinta kepada Tuhan. Puisi-puisi Hj Masriyah sarat dengan nilai nilai religiusitas dan tasawuf.

Hj. Masriyah dikenal sebagai ”Ibu Nyai” pesantren di Cirebon, Jawa barat, yang membimbing ratusan santri. Putri pasangan Hj. Fariatul Aini dan KH Amrin Khannan ini sempat mesantren di Pati, Jawa Tengah, dibimbing langsung oleh Ny Hj Nafisah Sahal dan KH Sahal Mahfudz. (nam)

0 comments:

Post a Comment

SILAHKAN TINGGALkAN TANGGAPAN DI SINI