Rekultura Kita n KitE


Program Bulanan: Snen-aN Komunitas Planet Senen (KoP’S) kali ini akan menghadirkan ragam peristiwa “Publik Bangsa” untuk memeriahkan Tahun Baru 1 Muharam 1430 Hijriah. Acara ini jatuh pada hari Senin (29/12) pukul 20.00-selesai bertempat di Plaza Depan Gelanggang Remaja Jakarta Pusat, tepat di depan Stasiun Besar Senen Jakarta. 

“Kita en Kita” ini adalah silaturrahmi humanis kawan-kawan di Planet Senen; antara lain, seniman, budayawan, pemulung, calo, pengamen, waria, dan lain-lain. Konsep acara disesuaikan dengan missi KoPS yang selalu berusaha untuk memenfaatkan ruang public menjadi ruang cultural dengan masyarakat terlibat di dalamnya.
Materi dalam silaturrahmi ini adalah pertunjukan teater, sastra, tari dan musik serta performent art dari kawan-kawan waria yang mangkal di seputar Planet Senen, serta ditutup dengan kongkow seniman yang datang dari berbagai kota di luar Jakarta. Partisipasi aktif dari penonton pun akan diterima sebagai isian acara agar peringatan hijrah Nabi Muhammad SAW menjadi sesuatu perubahan bagi akhlak dan peradaban manusia.

Karena acara ini juga bertepatan dengan kegairahan kerja dan program kreativitas kawan-kawan seniman Jakarta, seperti Jakarta International Literary Festival, Festival Teater Jakarta serta Federasi Teater Indonesia, maka diharapkan 

Komunitas Planet SeneN
Kegiatan bulanan rutin KoP’S akan menjadi perhatian dan melibatkan kawan-kawan itu pula. Event ini setidaknya akan menjadi sesuatu yang baru dan memacu gairah serta wacana kreativitas seniman yang tetap berbuat untuk memajukan bangsa dengan media seni-budaya. Tentu ini akan menjadi pengalaman yang menarik bagi proses kreatif seniman yang berada di kantong-kantong kesenian.

Dengan demikian, persoalan yang berkembang, baik sisi tematik atau kemasan, begitu juga capaian estetitik tentang penemuan citra identitas lokal bagi negeri yang kaya dengan beragam bangsa ini akan dapat ditilik. Semoga saja kekayaan yang begitu banyak terpendam di khasanah seni-budaya negeri ini bisa muncul dan mampu menyatakan dirinya sebagai tolak-ukur dan kiblat dunia dalam hal budaya dan peradaban manusia.
Rekultura, “Publik Kebangsan”

Dalam Kongkow Seniman akan dimunculkan wacana tentang Publik Bangsa, bahwa sesungguhnya makna kata “rakyat” bagi negara Indonesia adalah kumpulan beragam bangsa yang bersatu-padu untuk memerdekakan diri dari penjajah. Pluralitas ini tercipta dengan kemajemukannya di “Kawasan Senen” yang begitu bersejarah bagi perkembangan Kesenian Modern Indonesia. Diharapkan silaturrahmi ini mampu menjadi angin segar bagi perkembangan karakter bangsa Indonesia ke depan dalam usaha pelurusan sejarah di negeri ini. (Irman Syah)

0 comments:

Post a Comment

SILAHKAN TINGGALkAN TANGGAPAN DI SINI