Lokalitas, Bahasa Kebudayaan Takkan Pernah Berdusta

Oleh Irman Syah


Menyadari keberadaan atas jatidiri bangsa dalam kekinian, menyentakkan kekosongan ruang dada. Apalagi ketika nilai dan ukuran terlepas begitu  saja tanpa ada rasa kehilangan: kerinduan akan kedamaian dan saling menjadi semakin membuncah di pelupuk jiwa


.
Petatah-petitih, pantun, syair, kias, ibarat serta gurindam akan kembali mengapung. Namun, dalam kenyataan kehidupan manusia yang begitu dinamis ini tentu membutuhkan kecerdasan intelektual. Dari ‘Kecerdasan Intelektuan yang Mengakar’-lah dapat diharapkan untuk mampu menemukan dan kemudian menumbuhkan rasa bahasa dengan cita-rasanya yang sama.

Menumbuhkan sintesa baru dari dialektika kenyataan kekinian tentang bangunan dan tiang kekokohan lama -- ‘bahasa menunjukkan bangsa’ – yang merupa ‘Cita Bahasa’ tentulah sangat memerlukan kejujuran kemanusiaan serta kelapangan dada dalam menentukan kebijakan yang sepadan. Inilah sebuah sumbangsih yang begitu berarti untuk calon atau pemegang kebijakan negeri ini. Lokalitas adalah acuan dasar bagi keberadaan bahasa yang sampai nanti takkan pernah berdusta.

RoKe'S, 9 September 2012

0 comments:

Post a Comment

SILAHKAN TINGGALkAN TANGGAPAN DI SINI