Sajadah Kehidupan

pulas sudah ia di hamparan mataku
di pasang dadanya kutulis puisi-puisi doa
di jiwanya yang lapang aku bebas menari
menangkap jutaan kunang-kunang



di leher putihnya kunikmati kabut rindu

dagu, bibir, sepasang alis di atas sepasang
mata pejam dan rambut yang kemerahan itu
membuatku tak henti menulis anugrah
kuntum puisi yang teramat indah


pulas sudah ia di hampar mataku

di sekujur tubuhnya, di huruf-huruf yang kupahatkan
kanak-kanak berlarian
balik-membalik buku kehidupan yang kupinjam
dari langit ketika malaikat menari


Ayah, kaulah laki-laki yang mahasempurna

kata Bunda
suara itu menumpahkan wangi mawar
di sajadah kehidupan yang kuciumi saban waktu
dan malam akan selalu bersambut pagi

0 comments:

Post a Comment

SILAHKAN TINGGALkAN TANGGAPAN DI SINI