Irman Syah

(PENYAIR, AKTOR DAN PERFORMER) 

Kelahiran Magek 1965 ini menamatkan SD Sawahladang 1 di Ambacang Magek Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam, MTsN (Madrasah Tsanawiyah Negeri) Bukit Bunian Bukareh yang juga di Kampung Halamannya.  Setelah itu melanjutkan sekolah di MAN (Madrasah Aliah Negeri) Kotobaru Padangpanjang dan terpilih untuk menduduku bangku pelajaran di Jurusan IPA, tapi pendidikan terakhirnya malah ia tamatkan di Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra Universitas Andalas Padang: Program Study Sastra dan Filsafat..

Aktivitas berkeseniannya berawal di MTsN, ketika itu ada Pertunjukan Drama di Sekolah. Dia memerankan tokoh Mangkutak Alam lewat sebuah naskah Sabai nan Aluih. Kegiatan lainnya yang juga dia tekuni adalah menulis puisi dan menjadi redksi majalah diding sekolah, selain itu juga aktif dalam kegiatan Muhadharah (Pidato Keagamaan), MTQ dan lomba Azan. Kegiatan terakhir ini juga membuat dirinya mendapatkan banyak penghargaan dan hadiah. Begitu pula dengan kegiatan Olag Raga (Takraw) dan Drumband MTSN Bukareh membuatnya bisa ikut dalam beberapa  acara, kegiatan dan perlombaan, 

Di MAN Koto Baru Padang Panjang,  di Kota Dingin itu dia mulai mengembangkan kegiatannya dengan pilihan dunia penulisan dan pertunjukan. kegiatan berkesenian membuatnya jadi senang dan aktif. Kegiatan dan lomba yang diadakan di Sekolah atau di Luar sekolah pun diikutinya dengan penuh gairah. Kebetulan pula, ia dipertemukan dengan seorang guru yang nyentrik dan berambut gondrong: wartawan, penulis naskah drama, dan novel. Guru yang inspiratif itu bernama Havids Tanjung.


catatan:
Guru Sastra Di INS Kayutanam hingga tahun 1998. 
Kolomnis "Orasi Budaya" Padang Ekpres,1999-2001. 

Pernah menang Lomba Penulisan Puisi Indonesia, di Malang, Padang dan Bali. 
Filmnya: 'Trophy Buffalo', 'Tasuruik', 'Pinokio' dan 'Di Bawah Lindungan Ka'bah'.
Sering diminta menjadi juri Lomba Baca dan Musikalisasi Puisi
Orasi Budaya, atau mempresentasikan pikirannya dalam bahasan buku
baik puisi, cerpen atau novel di berbagai kiota di Indonesia.
Dan tentu lebih sering diundang membacakan puisinya
yang mengemas pertunjukan puitik lewat gerak silat, randai dan Kaba
sebagaimana telah disiapkannya dengan konsep yang universal.

(mgs)

0 comments:

Post a Comment

SILAHKAN TINGGALkAN TANGGAPAN DI SINI