PUSAT KAJIAN PUISI – Planet Senen



PENGANTAR PROGRAM 
Oleh Irman Syah
(Koordinator Komunitas Musikalisasi Puisi Indonesia DKI Jakarta)

Penamaan program ‘Pusat Kajian Pusi Planet Senen’ (PKP) berawal dari event Musikalisasi Puisi yang diselenggarakan KoP’S (Komunitas Planet Senen) dan Komunitas Musikalisasi Puisi Indoneia DKI Jakarta. Maraknya kegiatan Musikalisai Puisi di Indonesia, khususnya di Jakarta telah berhasil mengemuka dan terbentuknya KOMPI (Komunitas Musikalisasi Indonesia) yang anggotanya sampai ke tingkat Provinsi dan Wilayah yang ada di Tanahair.

Dengan begitu, ada hal penting berupa kajian yang perlu ditumbuhkan agar pemahaman puisi untuk dijadikan komposisi musical agar tepat dan akurat. Untuk itu, Komunitas Planet Senen merasa perlu menghadirkan wadah untuk itu yakni Pusat Kajian Puisi – Planet senen.

Kajian serupa pernah dlakukan KoP’S sebelum penamaan PKP ini lahir yaitu Pembahasan 9-puisi Pilihan Penyair yang antara lain untuk puisi Gatot Arifianto dan Giyanto Subagip yang dibedah oleh 2 orang tokoh, yakni; (1), Penyair Aktif, dan (2), Redaktur Sastra Media Massa. Hal ini dimaksudkan agar perkembangan penulisan dan proses kepenyairan dapat terungkap secara lebih luas dari dua sisi dan sekaligus apresiasi bagi warga komunitas. Kegiatan ini mendapat sambutan yang baik oleh warga penulis yang ada di Jakarta dan event ini sempat menghadirkan dua redaktur budaya yang enerjik yakni; Sihar Ramses Simatupang dan Mustafa Ismail.

Bedah puisi kali ini merupakan rangkaian program Ulang Tahun ke-3 Komunitas Planet Senen yang puncaknya nanti akan dilangsungkan pada 28 April 2011, bertempat di Gelanggang Remaja Jakarta Pusat; tepatnya di Plaza depan Monumen Patung TEKAD MERDEKA Jln. Stasiun Besar Pasar Senen Jakarta Pusat. Diharapkan acara ini akan menjadi ajang Silaturahmi Kebudayaan seluruh anggota Kumunitas Planet Senen dengan Komuitas yang pernah bermitra dengan KoP’S, ditambah lagi dengan Komunitas undangan yang disebarkan ke beberapa daerah dan juga merupakan jaringan komunikasin Komunitas Planet Senen Jakarta.

Kumpulan Puisi Ali Ibnu Anwar, Sepasang Mata yang Cemburu, diterbikan Sanggar Sastra Al-Amien Prenduan, Sumenep Madura ini terpilah menjadi 2 bagian; pertama, Mata yang Cemburu pada Negerinya , dan kedua, Mata yang Cemburu pada Kekasihnya. Menurut Penyairnya, karya yang terangkum dalam kumpulan ini merupakan catatan dari ketidakmampuannya berdamai dengan mata.

61 judul puisi dalam kumpulan ini merupakan bahasa batin Ali Ibnu Anwar yang dia hadirkan lewat pemotretannya tentang perjalanan kehidupan yang dia alami tentang negeri dan kekasih. Kedua objek ini sengaja dimunculkan Ali dengan kecemburuannya yang merupakan pemandangan buruk, berupa ketidakadilan, kegelisahan dan kepedihan. Ungkapan-ungkapan yang dilontarkannya merupakan rekaman mata yang dihadirkannya lewat momen-momen puitik yang dialaminya.

Bedah karya Puisi dengan pembicara Sofyan RH Zaid dan Toga Tambunan ini tentunya akan menyigi karya Ali, sejauh mana komunikasi yang dimunculkan karya ini mampu berbicara pada pembaca. Semoga program ini menjadi sesuatu yang berarti bagi perkembangan penulisan puisi Indonesia dan panjang umur buat Komunitas Plannet Senen yang membaktikan diri menjadikan ruang public berfungsi sebagai ruang cultural.***

0 comments:

Post a Comment

SILAHKAN TINGGALkAN TANGGAPAN DI SINI