TEMAN di TAMAN



(Idris Pasaribu, Martin Alaida, Tandy S Kober, dan 
Seniman Senen (KoP’S), Mengulik-ulang “Puisi dan Cita Bahasa”)

PENDAHULUAN
Semenjak renovasi Gelanggang Remaja Jakarta Pusat, KoP’S (Komunitas Planet Senen) yang secretariatnya bertempat di gelanggang ini lebih banyak bergerak di dunia maya (facebook) yang programnya antara lain fasilisasi seniman dalam berbagai bentuk dan kegiatan yang bekerjasama dengan beberapa Grup Komunitas lainnya. Kegiatan ini juga masih membuat Komunitas Planet Senen tetap menjadi sebuah Komunitas yang dipertimbangkan secara fungsi dan informasi lewat apa yang dihadirkannya. Beberapa kegiatan yang berjalan antara lain: kemitraan dengan KOMPI (Komunitas Musikalisasi Puisi Indonesia), Situ seni.com, dan berbagai even dan grup lainnya. Semua itu semakin membuat KoP’S tetap ditunggu-tunggu kiprahnya.

Selesai renovasi, Gelanggang Remaja Jakarta Pusat bersolek dengan Pagar yang mengungkung. Pagar yang tinggi dan besar tersebut semakin membuat ‘spirit’ Seniman Senen makin bergelora dalam dada kehidupan program-program yang bakal muncul ke permukaan. “Kita N Kite”, “Teman di Taman” akan lebih mengemuka dalam hal meujudkan Ruang Publik menjadi Ruang Kultural.
Kedua format acara ini akan menjadi prioritas meskipun program lainnya seperti pelatihan yang merupakan keutamaan kegiatan Komunitas dengan konsep masyarakat terlibat untuk aktif di dalamnya tetap berlanngsung. Dengn begitu, tentu apa yang diinginkan ‘Siang bak Hari dan Terang bak Bulan’ kian menjadi nyata bagi Jakarta yang sesungguhnya telah menjadi sentral urban tanpa disadari oleh penduduk kotanya.

Semoga program ini akan selalu membangkitkan kembali gairah kreativitas masyarakat Kawasan Senen untuk berbuat dan bertindak-laku dengan menyelami dan menyiasati globalisasi yang telah diantarkan hingga kamar tidur kita lewat bahasa yang menggiurkan warga kota untuk terhanyut dan berprilaku di dalamnya. Semua akan diamati dan disiasati Komunitas Planet Senen dengan Program yang selalu kontekstual sesuai dengan konten yang tengah dihadapi rakyat Indonesia..

PUISI DAN CITA BAHASA
Program ‘Teman di Taman’ Komunitas Planet Senen kali ini akan mengusung tema melalui ‘Puisi’: sebuah karya sastra yang ketat dan kuat dengan kristalisasinya. Dengan berangkat melalui puisi akan dicoba untuk mengangkat persoalan untuk kemudian menyigi bahasa. Tentu hal ini akan berhubungan langsung dengan ‘Penyair’ dan ‘Pembaca’ karya itu sendiri. Dengan menghubungkan ketiga relasian tersebut, niscaya akan memunculkan beberapa hal pokok yang bertalian erat dengan hakikat karya sastra dan manusia melalui media bahasa Indonesia. 
Puisi, Penyair, dan Pembaca (Penonton) adalah ikatan yang tak boleh putus bagi komunikasi kemanusiaan kebangsaan hari ini. Hal ini semestinya mampu mencerahkan dan berusaha melalui bahasa menghidupi kehidupan negeri: Inilah pokok pangkal yang sengaja akan dimunculkan ke permukaan, ke dataran kehidupan kebudayaan secara bersama melalui pertunjukan karya serta dialog kebersamaan sambil Nongkrong dan Kongkow Sastra.. Untuk sebuah usaha awal dalam upaya membaca peta keseharian bangsa hari ini tentulah sebuah gagasan yang menarik. Dengan begitu, harapan memang mesti dipupuk dan dikembangkan.

MATERI DAN PENGISI ACARA
Untuk membincangkan Puisi dan Cita Bahasa ini sengaja kami menghadirkan beberapa materii pertujukan terlebih dahlu, yang antara lain Musikalisasi Puisi, Monolog, Baca Puisi, Performance Art dan lain sebagainya. Hal ini disengajakan agar bahasa-bahasa yang muncul ke permukaan jadi beragam dan akan sama-sama melihat puisi dengan matahati yang sempurna. Semoga dengan demikian akan lebih jernih untuk mengupas “Bahasa Menunjukkan Bangsa”, serta menemukan kebaikan yang sesungguhnya berupa Budi dan indahnya kebenaran Bahasa..

Teman yang hadir dan akan berpartisipasi aktif di Taman Monumen Patung Tekad Merdeka ini antara lain adalah; (1) Idris Pasaribu (Penyair dan Novelis) yang juga Redaktur Analisa Medan (Sumut), (2) Martin Alaida (Novelis dan Penggiat Mejabudaya), (3) Tandy S Kober (penulis), (4) Handoko F Zamzam (KOMA-Komunitas Mata Aksara), (5) dan Plural Composition. Kesemua ini akan dipadu dengan susunan acara yang menarik dan tertata. 

Dengan demikian, acara ni pun akan bisa dinikmati para pengunjung stasiun Senen yang bolak-balik antara Terminal, Stasiun dan Pasar senen. Tentu pula event ini akan menjadi hiburan yang didaktik bagi Calo, Pedagang asongan, dan warga Senen. Acara ini direncanakan akan dilangsungkan di Gelanggang Remaja Jakata Pusat, Tepatnya di Plaza Taman, Monumen Patung TEKAD MERDEKA yang berhadapan langsung dengan Stasiun Senen pada Sabtu, 6 Maret 2010 pukul 14.00 sampai selesai. Bagi yang berminat tentu saja diharapkan untuk meringankan langkahnya ke Komunitas planet Senen Jakarta. Kami akan menerima dengan muka yang muka yang jernih dan hati yang lapang 

PENUTUP
Tak ada keruh yang tak jernih, tak ada kusut tak selesai dan bahasa akan mendamaikan semua keresahan serta konflik yang diciptakan oleh manusia itu sendiri. Semioga acara ini dapat terlaksana dengan semestinya. (Irman Syah – Kord. Program Komunitas)

0 comments:

Post a Comment

SILAHKAN TINGGALkAN TANGGAPAN DI SINI