Kursi-NYA

(Pertunjuan Teater Eksperimental)
Teks: Irman Syah

DI SEBUAH BUKIT YANG DILINGKARI KAWAT BERDURI, BEBERAPA ORANG SEDANG SIBUK MENCARI: ENTAH APA... ADA YANG DI BAWAH, ADA YANG BERUSAHA UNTUK MENDAKI DAN ADA PULA YANG HANYA MENYORAKI.
SESEORANG: Oi…
SESEORANG: Oi…
SESEORANG: Oiii…

ORANG-ORANG YANG BERPENCAR ITU SALING MEMANGGIL DENGAN PANGGILAN “OI..”, KEMUDIA MENGAMBIL POSISI YANG SIAP UNTUK MELAKUKAN SEBUAH UPACARA.
SESEORANG: Hoi...!
SESEORANG: Yo..
SESEORANG: Hidup seperti apa yang kaujalani?
 SESEORANG: Jalani saja..
SESEORANG: Tidak bisa!
SESEORANG: Kenapa tidak? Jalani saja!
                                                                 SESEORANG: Tidak
SESEORANG: Coba...
SESEORANG: Kanapa?
SESEORANG: Hidup tak bisa dicoba-coba
SESEORANG: Makanya, jalani saja!
SESEORANG: Aku tidak bisa.
SESEORANG: Halah-halah..
SESEORANG: Aku tidak Mau!

BEBERAPA ORANG SUDAH MULAI BERGERAK. ADA YANG MENDAKI DAN MEMANJAT BUKIT 
DAN BATU-BATU. YANG LAIN JADI INGIN TAHU SERTA KEMUDIAN PUN IKUT MENDAKI.

SESEORANG: (Yang sudah memanjat) Hei!
SESEORANG: Hei..
SESEORANG: Hidup seperta apa yang kalian mau?
SESEORANG: Aku sedang mencarinya
SESEORANG: Ayo..
SESEORANG: Ayo cari..
SESEORANG: Cari..
SESEORANG: Cari?
SESEORANG: Iya.. Cari!!
SEMUA SIBUK MENCARI.. ADA YANG DI SEPUTAR BUKIT, ADA YANG DI KAWAT BERDURI, DAN ADA PULA YANG MENCARI DI TUBUHNYA, DI MANA SAJA. POKOKNYA SEMUA MENCARI. ADA YANG MEMAKAI HIDUNG UNTUK MENCARI. AKHIRNYA SEMUA HIDUNG MENCIUMI SESUATU, KALAU-KALAU ADA BAU YANG DAPAT DICARI UNTUK MENEMUKAN HIDUP

SESEORANG: (MENUDING) Kau bodoh..!
SESEORANG: Dia Cuma belum tahu...
SESEORANG: Iya, karena itu dia bodoh, tolol!
SESEORANG: (YANG LAIN) Jadi hidup itu apa?
SESEORANG: Aku sedang mencarinya tolol!
SESEORANG: Ow.. hidup itu tolol..
SESEORANG: Kau yang tolol!
SESEORANG: Biarkan saja, dia lagi mencari..
SESEORANG: Ya, biarkan saja dia bodoh.
SESEORANG: Tidak! Dia tidak bodoh. Dia mencari!
SESEORANG: Karena itu dia bodoh!
SESEORANG: Ya, aku yakin dia mencari.
SESEORANG: Iya, aku yakin dia Bodoh!

(Kedua tokoh ini kelihatan saling tuding dan Saling menyalahkan..)

SESEORANG: (Yang di atas bukit) Heii..
SESEORANG: Yooo..
SESEORANG: Heii.. Hidup seperti apakah yang kalian cari???
SESEORANG: Jangan jawab.
SESEORANG: Iya, biarkan saja...
SESEORANG: Ya, nanti ia juga akan tahu sendiri
SESEORANG: Kenapa?
SESEORANG: Jawab aja sendiri!
SESEORANG: (terdiam, ragu.. malu)
SESEORANG: Jawab!
SESEORANG: (Hilang akal)
SESEORANG: Dasar bodoh!
SESEORANG: (Yang di atas) Heiii...
SESEORANG: Yooo..
SESEORANG: Heii.. Hidup seperti apa yang kita jalani?
SESEORANG: Dilarang bertanya!

SEMUA MASIH MENCARI... ADA YANG PAKAI SENTER, ADA YANG PAKAI DITEKTOR, ADA YANG PAKAI INDRA PENCIUM, ADA YANG PAKAI INDRA PERABA, ADA YANG.. DAN LAIN-LAIN...

SESEORANG: (YANG BERADA DI ATAS) Hei... aku menemukannya!
SESEORANG: Apa?
SESEORANG: Dia menemukannya?!
SESEORANG: Ya... aku menemukannya. Ha ha ha. (makin naik ke atas)

SEMUA BERUSAHA UNTUK NAIK KE BUKIT, ADA YANG BISA, ADA YANG TIDAK, ADA YANG HANYA BERTERIAK-TERIAK KARENA GEMBIRA, ADA YANG SEDIH KARENA TAK MENDAPATKANNYA. ADA YANG DIAM, PUTUS ASA, DAN SEBAGAINYA

SESEORANG: (YANG BERADA DI PUNCAK) Oiiii,
SESEORANG: Yoo..
SESEORANG: Tuhan, tunjukan padaku 
tentang Musa!!!
Negeri ini Rawan rencana..
Musang berbulu ayam....

YANG LAIN TERPUKAU SEJENAK, YANG DI PUNCAK BUKIT MENGULANGI LAGI KALIMATNYA! DAN YANG LAINNYA AKHIRNYA MENJAWAB DENGAN BEBERAPA PERTANYAAN-PERTANYAAN.

SESEORANG: Musang berbulu ayam?
SESEORANG: Musang? Berbulu ayam...?
SESEORANG: (Yang di puncak) Iya, Negeri ini rawan rencana, Musang berbulu 
Ayam. Ayo, Ayo... Copet mendapat Lowbatt ketinggalan... 
SESEORANG: Ayooooo!
SESEORANG: Musang berbulu ayam..!!!
SESEORANG: Ayooooo!
SESEORANG: Copet mendapat, Lowbatt ketinggalan!

YANG BERADA DI PUNCAK BUKIT AKHIRNYA MANDI, MENYIRAMKAN CAT KE TUBUHNYA: 
WARNANYA DUA, MERAH DAN PUTIH. YANG LAIN BEGEMBIRA...

SESEORANG: AKU JUGA MENEMUKANNYA!
SESEORANG: AKU MENEMUKANNYA..
SESEORANG: HIDUP ADA DI TUBUHKU...
SESEORANG: TUBUHKU HIDUP..!
SESEORANG: HIDUP TUBUHKU, HIDUP NEGERIKU!
SESEORANG: Hidup Thursina.
SESEORANG: Hidup Musa.
SESEORANG: Hidup Kursi-Nya
SESEORANG: Hidup Indonesia!
SESEORANG: Hidup! Hidup!
SESEORANG: Ayo..
SESEORANG: Ayo..
SESEORANG: Ayo...
SESEORANG: Mari kita rayakan penemuan ini...!!!
SESEORANG: Ayo
SESEORANG: Mari berpesta!
SESEORANG: Ayo...
SESEORANG: Mari semua berpesta
SESEORANG: Ayooo..
SESEORANG: Hidup, Hidup!
MUSIK DAN TEPUK-TANGAN BEGITU MERIAH. SEMUA SENANG, SEMUA GEMBIRA. SAMARATA. SAMA-RASA. SEMUA MENARI, MENYANYI, TAK LAGI ADA PERBEDAAN... SEMUA HIDUP DENGAN PENEMUAN-PENEMUAN MEREKA. HIDUP DENGAN KEPASTIAN PIKIR DAN RASA, DENGAN PEMIMPIN YANG ARIF-BIJAKSANA.. 

(KoP’S, 10 April 2009)

0 comments:

Post a Comment

SILAHKAN TINGGALkAN TANGGAPAN DI SINI