Tatapan

mengasah pisau selalu saja membayangkan tajamnya
setelah itu tangan tersayat
selalu saja…
ada sesuatu yang sulit dimaknai
apalagi mewarnainya dengan keputusan
lukisan apakah yang menari-nari
sehingga kenyataan jalan bersimpang


mengasah pisau selalu saja membayangkan tajamnya
tangan disayat
selalu saja

ah, menatap dikau selalu saja kecantikan awalnya
setelah itu hati diperas-remas
selalu saja…

ternyata dunia tak kenal bahasa cuaca
antara aksara dan debar rasa aku terkeranda
sendiri membayar mimpi
adakah yang menoleh bila sajak tak sampai
siapa yang tertoreh di kilau menyalai?
menatap dikau selalu saja kecantikan awalnya

hati diperas-peras
selalu saja


tajam kecantikan bukankah kilau siburuk
duduk sebangku berbalas salam
ada kekariban yang sengaja diputus
tapi tak bisa hilang pupus
alam pun meneguk kelatnya diam-diam…



0 comments:

Post a Comment

SILAHKAN TINGGALkAN TANGGAPAN DI SINI