Catatan Merah-putih



belajarlah mengurut dada
Sayangku..
bukan karena masuk angin
melainkan bagaimana kesunyian
menghadapi kesiapan rasa kehilangan
yang sering bertegur sapa
di jantung kita..

satu demi Satu
bakal tak ada, Sayangku..
sawah, tanah, rumah dan bahkan
pandam pekuburan keluarga
tak bersisa
mereka akan menjelangnya
diri kita ditawarnya
termasuk harga dan discountnya?
sementara kita lupa dan terus
asyik kehilangan diri
apalagi nilai
ketika berhadapan
dengan plaza, mall dan bursa..

Sayangku, marilah kita
belajar mengurut dada..
sebelum dipaksa aba-aba
negeri ini rawan rencana
musang berbulu ayam..

Batam: 29/7/2010

2 comments:

  1. Bang Ir..maaf ya ewie petik Puisi Catatan Merah-Putih abang untuk materi ajar analisis Puisi. Boleh kan Bang?

    ReplyDelete
  2. iya, Wie..

    T. Kasih apressiasinya..
    semoga baik dan sehat:
    salam
    Jabat-erat!

    ReplyDelete

SILAHKAN TINGGALkAN TANGGAPAN DI SINI