Temu Sastrawan Indonesia 1 Jambi
Pertunjukan baca puisi, tarian dan lagu oleh
anak-anak yang diiringi musik kolintang kayu, gendang, dan akordeon yang
dimainkan anak-anak, Senin (7/7) malam, memukau sekitar 200 lebih sastrawan.
Pertunjukan anak-anak itu mengawali prosesi pembukaan Temu Sastrawan Indonesia
I di Kota Jambi, Provinsi Jambi.
Gubernur Jambi diwakili Staf Ahli Gubernur,
Junaidi T Noor, mengatakan, Temu Sastrawan Indonesia ini membuka ruang
interaksi pemikiran dari beragam etnis, kultur, yang sarat dengan akar budaya,
warna budaya daerah masing-masing. "Karya sastra yang digali dari
subkultur yang ada di Indonesia akan memberi rona keberagaman yang manunggal
dalam keindonesiaan (Bhinneka Tunggal Ika).
Keberagaman warna lokal saat globalisasi
sekarang ini menjadi penting sebab dengan keberagaman itu pula identitas lokal
terwadahi," katanya. Menurut dia, keberagaman itu dalam konteks
keindonesiaan perlu mendapatkan ruang ekspresi seluas-luasnya untuk capaian
estetis sastra Indonesia di masa kini dan masa yang akan datang.
Usai memberikan kata sambutan Staf Ahli
Gubernur melanjutkan pembacaan puisi karya Dimas Arika Mihardja berjudul Pucuk
Jambi Sembilan Lurah Batangnyo Alam Barajo. Koreografer Tom Ibnur juga
mempertunjukan koreografi terbarunya. Ketua Panitia Temu Sastrawan Indonesia
Sudaryono mengatakan, bahwa satrawan yang datang hampir dari seluruh pulau di
Indonesia.
Tampak hadir antara lain Putu Wijaya, Harris
Effendi Tahar, Jose Rizal Manua, Diah Hadaning, Yvonne de Fretes, Afrizal
Malna, Hamsad Rangkuti, Dinullah Rayes, Irman Syah, Asrizal Nur, dan
Ahmadun Yosi Herfanda.
Temu Sastrawan yang berlangsung hingga 11 Juli
mendatang, menggelar enam kegiatan, yaitu Dialog Sastra dan Musyawarah
Sastrawan Indonesia, Workshop Penulisan Esai dan Kritik Sastra, Panggung
Apresiasi, Peluncuran Buku Kumpulan Cerpen dan Puisi, Pameran dan Bazar, dan
Wisata Budaya ke Situs Candi Muaro. Pembukaan sekaligus peluncuran buku puisi
Tanah Pilih dan buku kumpulan cerpen Senarai Batanghari, yang diserahkan secara
simbolis kepada Putu Wijaya dan Hamsad Rangkuti.
"Temu Sastrawan Indonesia selain ajang
silaturahmi, juga tukar pemikiran sastra Indonesia yang diharapkan berkembang
dinamis untuk membenahi rumah tangga sastra Indonesia," kata Kepala Dinas
Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi, Mualimah Radhiana.
(Sumber: https://entertainment.kompas.com/read/2008/07/07/22170476/keberagaman-warna-lokal-dalam-sastra-penting.)

No comments:
Post a Comment
SILAHKAN TINGGALkAN TANGGAPAN DI SINI