LANTAK TIGO SIMPANG KE KOTO

 



Seperti ungkapan Sialang Balantak Basi dalam tambo

Kisah wilayah dilukiskan, jarak dan batasan dituangkan

Minangkabau pun jadi tergambar meski dalam kelumunan

Semua menjadi tanda, menjadi kias yang perlu ditafsir

dengan segenap kecerdasan dan hati yang membuka

 

Begitulah pula Lantak Tigo, tanda dan gambaran berbahasa

Petatah-petitih berpadu padan, menyingkap sikap dan buatan

Bergelanggang matahari, bersuluh mata rang banyak

Di sinilah pijakan lantak sepadan, gapura masuk ke Nagari

awal mulanya penerokaan untuk tidak hanya sekedar singgah

 

Tinggallah lebuh jalan nan pasa, surut langkah ke Negeri Salo

Maju mengarah ke Pintu Koto, Nagari Kamang rang namakan

Kepastian cuma ada di depan, ke Ateh Bonjo langkah dinaikkan

Lantak Tigo simpang ke Koto menjadi saksi berketerangan

Surah kaum di kemudian bagi seluruh anak dan kemenakan

 

Bagai Sialang Balantak Basi, atau Gunung Mahalintang

Basirangkak Hitam Kuku, hingga ke ombak yang berdebur

pun termaktub di dalam Tambo, tapi Lantak Tigo menjadi saksi

yang terlupakan kenyataan dalam kehidupan bernagari

Semua kabu di anak kemenakan, karena jarang dipaparkan

 

Ranah Magek, 2026

Share:
spacer

No comments:

Post a Comment

SILAHKAN TINGGALkAN TANGGAPAN DI SINI